Upaya Hukum Atas Laporan Penyiksaan yang Dilakukan Oleh CIA

Upaya Hukum Atas Laporan Penyiksaan yang Dilakukan Oleh CIA

Share this:

Upaya Hukum Atas Laporan Penyiksaan yang Dilakukan Oleh CIA – Semua tahanan baik itu yang kelas kecil hingga kelas kakap memiliki hak yang sama atas kemanusiaan. Upaya mempertahankan rasa kemanusiaan yang dilakukan ternyata tidaklah mudah. Bahkan untuk seorang tahanan sekalipun memiliki banyak sekali perlakuan yang tidak seperti yang diharapkan. Itulah sebabnya mengapa setiap perlakuan yang diberikan kepada tahanan sebaiknya mempertahankan rasa kemanusiaan yang cukup dalam untuk benar-benar menegakkan kebenaran. Bagi pelaku kejahatan yang sudah melakukan kejahatan yang cukup berat sekalipun masih memiliki hak yang sama atas rasa kemanusiaan dan juga memiliki hak yang sama untuk diperlakukan dengan baik oleh siapapun juga.

Perlakuan yang dilakukan oleh para penyelidik CIA kepada para tahanan tidak seperti yang seharusnya. Justru sebaliknya para tahanan yang ada di Amerika diperlakukan dengan sangat tidak adil. Tentu saja dengan adanya perlakuan yang tidak adil para tahanan menjadi tidak mendapatkan haknya atas kemanusiaan. Tidak adanya perlakuan yang sangat manusiawi kepada para tahanan tentu saja membuat para tahanan menjadi berusaha untuk memperoleh keadilan. Penyiksaan yang dilakukan oleh CIA selama pemerintahan Bush memang cukup tidak manusiawi. Jadi wajar jika para tahanan juga ingin memperoleh keadilan yang sama dengan orang-orang yang tidak melakukan kejahatan. Meskipun sudah melakukan kejahatan, akan tetapi para tahanan berharap juga agar CIA memperlakukan mereka dengan baik dan memperlakukan mereka selayaknya seperti manusia.

Berhubung dianggap sebagai sebuah perlakuan yang tidak adil, maka boleh dikatakan bahwa para tahanan menuntut agar diperlakukan dengan baik. Jadi para tahanan juga berusaha untuk melakukan upaya hukum agar memperoleh keadilan atas apa yang menimpanya. Keadilan yang dimaksudkan adalah keadilan dalam hal diperlakukan ketika proses intrograsi. Proses intrograsi yang dilakukan oleh CIA kepada para tahanan menggunakan cara-cara kekerasan yang cukup menyiksa. Perlakuan seperti itu tentu saja cukup membuat jiwa dan fisik para tahanan menjadi terancam. Jadi wajar jika para tahanan melakukan upaya hukum untuk membuat laporan atas perlakuan CIA kepada para tahanan tersebut.

Para tahanan melalui orang-orang yang dipercayai melakukan pelaporan kepada pihak yang berwenang bahwa para tahanan diperlakukan secara tidak adil dan tidak manusiawi. Tentu saja dengan adanya pelaporan ini berharap bahwa upaya penyiksaan yang dilakukan oleh CIA kepada para tahanan bisa segera dihentikan dan tidak lagi melakukan hal yang sama. Agar seluruh proses hukum yang menimpa para tahanan bisa dilakukan dengan cukup baik. Itulah harapan dari para tahanan yang diperlakukan dengan tidak adil. Jadi para tahanan berharap ada upaya yang jelas dan dapat menghentikan upaya-upaya penyiksaan yang dilakukan oleh pihak CIA kepada para tahanan. Jadi para tahanan berharap agar ada upaya yang benar untuk melakukan intrograsi untuk mencari kebenaran atas kejahatan yang dilakukan oleh para tahanan tersebut.

Investigasi Penyiksaan Dick Cheney
Investigasi

Investigasi Penyiksaan Dick Cheney

Share this:

Investigasi Penyiksaan Dick Cheney – Richard Bruce Cheney( lahir 30 Januari 1941 di Lincoln, Nebraska) merupakan seseorang wiraswasta serta politikus. Ia merupakan Delegasi Kepala negara ke- 46 Amerika Serikat serta berprofesi selaku Delegasi Kepala negara George W dari Rezim Bush.( George W.). Beliau berlatih di Universitas Yale, namun tidak lolos.

Investigasi Penyiksaan Dick Cheney

thetorturereport – Ia menyambut titel ahli serta titel ahli dalam ilmu politik dari Universitas Wyoming tiap- tiap pada tahun 1965 serta 1966; dari 1995 sampai 2000, ia berprofesi selaku CEO wiraswasta Halliburton( Halliburton), suatu industri Fortune 500 di Amerika Serikat satu. persekutuan.

Melansir dari impeachbush, Industri swasta terbaik tingkatan majalah Fortune serta atasan pasar di pabrik tenaga sedang jadi pemegang saham terbanyak Dalam asal usul Amerika Serikat, poin penganiayaan senantiasa berhubungan akrab dengan Dick Cheney.

Ia berprofesi selaku Delegasi Kepala negara Amerika Serikat sepanjang rezim Bush serta diketahui sebab dukungannya kepada investigasi penganiayaan. Ini dengan kilat jadi poin dialog di negeri itu, serta banyak komentator lekas memutuskan keyakinannya selaku tujuan.

Baca juga : Laporan Komite Intelijen Senat tentang penyiksaan CIA

1. Praktek penyiksaan Dick Cheney

Apakah” investigasi yang ditingkatkan” melanggar hukum anti- penyiksaan AS ataupun hukum global yang lain semacam Kesepakatan Perserikatan Bangsa- Bangsa sudah memunculkan polemik. Pada tahun 2005, CIA memusnahkan film yang melukiskan narapidana lagi diinterogasi sepanjang penyiksaan.

Alibi dalam merupakan kalau konten yang mereka kemukakan amat seram alhasil hendak” memusnahkan CIA” serta” dibanding dengan film yang masuk ke daerah khalayak, panas kebangkrutan tidak terdapat manfaatnya. Juan Mendes, Informan Spesial PBB buat Penganiayaan. Juan Mendez melaporkan kalau penganiayaan ski air merupakan” tidak beradab serta bawah tangan.” Pada tahun 2008, 56 badan Partai Demokrat dari Kongres AS memohon pelacakan bebas.

Administratur AS serta Eropa, tercantum mantan ketua CIA Leon Panetta, mantan administratur CIA, beskal penggugat Guantanamo serta juri majelis hukum tentara, melukiskan” investigasi yang bertambah” selaku pelembutan buat penyiksaan. Pada tahun 2009, Kepala negara Barack Obama serta Beskal Agung Eric Holder yakin kalau teknologi khusus ialah penyiksaan serta menyangkal buat memakai penyiksaan.

Mereka menyangkal buat menuntut CIA, yang membenarkan konsep itu. Administratur Unit Pertahanan AS ataupun rezim Bush menjaga mungkin ini pada dikala yang berbarengan.” Komisi Bukti” menyelidiki apa yang diucap Kepala negara Obama selaku” akuntansi lebih lanjut.”

Pada Juli 2014, Majelis hukum Hak Asas Orang Eropa dengan cara sah menyudahi kalau” investigasi yang ditingkatkan” merupakan penyiksaan serta menginstruksikan Polandia buat melunasi ganti rugi pada mereka yang disiksa di web website gelap Badan Intelijen Pusat. Pada bulan Desember 2014, Badan legislatif AS menerbitkan kurang lebih 10% dari informasi Panitia Intelijen CIA mengenai penyiksaan oleh CIA. Ini merupakan informasi mengenai pemakaian penyiksaan oleh CIA sepanjang rezim George Bush.

2. Agama analitis penganiayaan Dick Cheney

Dalam pidatonya pada khalayak, Dick Cheney yakin kalau Amerika Serikat mempunyai kompetitor yang wajib dimusnahkan. Oleh sebab itu, beliau meningkatkan kalau CIA sudah mempraktikkan apa yang diucap” metode investigasi yang ditingkatkan” buat mendapatkan data bernilai dari terdakwa pidana. Nyatanya metode yang diartikan merupakan tata cara penyiksaan.

Sehabis khalayak mengetahui hasrat sejatinya, banyak orang langsung mempersoalkan keyakinannya sebab melanggar nilai- nilai yang menghasilkan Amerika Serikat selaku negeri yang hebat. Banyak orang yakin kalau pemakaian metode penganiayaan cuma hendak menolong memenangkan pertempuran. Apalagi pemeran yang berjudi pada mesin slot online memakai metode khusus, tetapi tidak memakai metode khusus yang membuat mereka kehabisan taruhannya.

Misalnya, seseorang tahanan yang disiksa memberikan data yang tidak bermanfaat pada investigator serta kesimpulannya dibunuh. Sedemikian itu atasan oposisi terbunuh, lebih banyak atasan hendak mengambil alih atasan tadinya. Oleh sebab itu, ini tidaklah metode yang efisien buat melawan kompetitor. Akal sehat jawaban Cheney membuktikan kalau sepanjang tujuan penganiayaan berhasil, metode penyiksaan bisa diperoleh.

Sayangnya, tata cara kekerasan merupakan alibi penting negeri takluk perang. Ini mempunyai dampak waktu pendek serta waktu jauh untuk negeri. Lebih dari 100 terdakwa teroris ditahan, menimbulkan penganiayaan akut. Pembedahan itu dicoba oleh CIA dari tahun 2002 sampai 2007 serta dibantu oleh Partai Republik selaku penguasa parlemen.

Pencarian angkatan laut(AL) Qaeda disalahartikan selaku perang melawan teroris, yang memusnahkan 2 tower World Trade Center di New York pada 11 September 2001. Mantan Delegasi Kepala negara Dick Cheney menemani Amerika Sindikat sepanjang era kedudukan Bush serta mengonfirmasi kalau penguasa AS membagikan lampu hijau buat pendekatan CIA. Tidak hanya personel administrasi, Jaksa Agung serta Advokat Keamanan Nasional pula mensupport tata cara penyalahgunaan buat memperoleh data dari terdakwa teroris.

Hasil informasi yang diterbitkan oleh Panitia Spesial CIA buat Penganiayaan di Badan legislatif AS minggu ini melukiskan serbuan teroris kepada narapidana Guantanamo serta Abu Ghraib. Walaupun belum pasti bersalah, seluruh tahanan disiksa oleh agen CIA yang memakai timah panas serta timah panas buat mengecam serta mengintimidasi tahanan.

Sebagian dari mereka mencari data di dasar bahaya sodomi kepada narapidana memakai bor listrik. Informasi lain mengatakan kalau para tahanan sudah membasahi 183 kali dengan air di kepala mereka alhasil menimbulkan kendala jiwa, apalagi salah satu tahanan tewas bumi dengan belenggu dampak hipotermia. Yang yang lain hadapi patah kaki dalam kejadian yang serupa.

3. Sebagian kenyataan mengenai penyiksaan Dick Cheney

Dick Cheney membuat ceramah advokasi sembari berdiri di dekat Central Intelligence Biro( CIA) sepanjang pelacakan serbuan 9 atau 11. Ia apalagi bawa sebagian fakta yang menyesatkan buat menarangkan artinya. Tidak hanya itu, beliau mengklaim kalau metode penganiayaan tidak cocok dengan kebijaksanaan global, serta Dick Cheney pula berkata kalau pemberian makan lewat anus ialah bagian dari penyembuhan.

Belum lama, dokter menyangkal klaim ini serta berkata kalau tata cara ini tidak hendak pulih serupa sekali. Informasi Panitia Intelijen Badan legislatif AS membuktikan kalau memakai tata cara investigasi yang keras dari CIA tidaklah metode yang efisien buat mendapatkan data yang cermat. Informasi itu melawan 20 ilustrasi yang dipakai oleh CIA buat menjaga metode interogasinya,

mengklaim kalau tiap ilustrasi” ditemui seluruhnya”. Investigasi yang salah tidak memunculkan data berarti, namun menimbulkan para tahanan membuat pengakuan ilegal, yang menimbulkan CIA mengejar tujuan yang salah serta tidak menolong melawan Angkatan laut(AL) Qaeda.

Walaupun CIA serta pendukungnya, tercantum mantan Delegasi Kepala negara Dick Cheney, mengklaim kalau aplikasi pengumpulan intelijen mereka berarti buat perang melawan terorisme, CIA pula berkata kalau data yang mereka dapat” dengan cara penting tingkatkan strategi.” Buat menguasai kompetitor dengan taktis. uraian.

Ikut serta dalam perang melawan terorisme sudah membidik pada usaha kontraterorisme hari ini.” Informasi Badan legislatif pula mengatakan kalau seseorang tahanan yang diprediksi tewas sebab hipotermia. Mereka diikat, nyaris ditelanjangi, serta mati di lantai batu yang dingin. Semacam yang kita seluruh ketahui, CIA memakai teknologi kurang tidur- orang dilarang tidur. Sedang kurang tidur.

Dengan memforsir tahanan buat bangun sepanjang lebih dari 180 jam, mereka umumnya memakainya dalam posisi berdiri ataupun terhimpit, semacam menaruh tangan di atas kepala.

Informasi Badan legislatif melaporkan kalau mandi, air es, serta bahaya kepada keluarga tahanan, tercantum bahaya” pelecehan intim kepada bunda tahanan”, membuat mereka takut; strategi intelektual lain merupakan menahan tahanan di ruangan yang betul- betul hitam. Nada yang keras, cuma ember. Kursi terdapat di dalam. Temperatur ruangannya luar lazim.

Baca juga : Sejarah Mata-mata AS di Jepang

Pada November 2002, seseorang narapidana dipenjarakan di lantai kosong serta diikat ke lantai batu. Dipercayai kalau ia tewas sebab hipotermia.” Narapidana CIA yang menempuh metode investigasi kasar baru- baru ini hadapi” pusing, delusi, serta tidak bisa tidur.””. Cobalah buat terluka. Apalagi memenggal- menggal diri sendiri”.

Strategi intelektual yang lain merupakan menahan napi di ruangan yang betul- betul hitam dengan nada keras serta cuma ember kecil buat campakkan air besar di dalamnya. Temperatur ruangannya luar lazim.” Pada November 2002, seseorang narapidana dipenjarakan di lantai kosong serta diikat ke lantai batu. Dipercayai kalau ia tewas sebab hipotermia.” Narapidana CIA yang menempuh metode investigasi kasar baru- baru ini hadapi” pusing, delusi, serta tidak bisa tidur.””. Cobalah buat terluka. Apalagi memenggal- menggal diri sendiri”.

Singkatnya, walaupun berupaya buat melenyapkan kompetitor, agama Dick Cheney mengenai analitis penganiayaan berlawanan dengan etiket Amerika. Amati saja permasalahan penganiayaan yang diajukan oleh Dick Cheney, tiap permasalahan menyangsikan. Apalagi bila ini betul, pendapatan khalayak atas penganiayaan hendak memunculkan permasalahan waktu pendek serta waktu jauh untuk negeri.

Laporan Komite Intelijen Senat tentang penyiksaan CIA
Investigasi

Laporan Komite Intelijen Senat tentang penyiksaan CIA

Share this:

Laporan Komite Intelijen Senat tentang penyiksaan CIA – Kajian Komite Program Penahanan dan Interogasi Badan Intelijen Pusat adalah laporan yang disusun oleh bipartisan Komite Terpilih Senat Amerika Serikat (SSCI) tentang Program Penahanan dan Interogasi Badan Intelijen Pusat (CIA) dan penggunaan penyiksaan selama interogasi.

Laporan Komite Intelijen Senat tentang penyiksaan CIA

thetorturereport – Di komunike pemerintah AS tentang tahanan dalam tahanan CIA. Laporan tersebut mencakup aktivitas CIA sebelum, selama, dan setelah “Perang Melawan Teror”. Laporan awal disetujui pada 13 Desember 2012, dengan suara 9–6, dengan tujuh Demokrat, satu Independen, dan satu suara Republik mendukung laporan tersebut dan enam suara Partai Republik sebagai oposisi.

Laporan dari voaindonesia  lebih dari 6.700 halaman (termasuk 38.000 catatan kaki) merinci sejarah Program Penahanan dan Interogasi CIA dan 20 temuan dan kesimpulan Komite. Pada tanggal 9 Desember 2014, SSCI merilis bagian 525 halaman yang terdiri dari temuan utama dan ringkasan eksekutif dari laporan lengkap. Butuh lebih dari lima tahun untuk menyelesaikannya. Laporan lengkap yang belum disunting tetap dirahasiakan.

Laporan tersebut merinci tindakan pejabat CIA, termasuk menyiksa tahanan, memberikan informasi yang menyesatkan atau salah tentang program rahasia CIA kepada Presiden, Departemen Kehakiman, Kongres, dan media, menghalangi pengawasan pemerintah dan kritik internal, serta salah mengatur program.

Ia juga mengungkapkan keberadaan tahanan yang sebelumnya tidak dikenal, bahwa lebih banyak tahanan menjadi sasaran teknik interogasi yang ditingkatkan daripada yang diungkapkan sebelumnya, dan lebih banyak teknik digunakan tanpa persetujuan Departemen Kehakiman.

Disimpulkan bahwa penggunaan teknik interogasi yang ditingkatkan tidak menghasilkan intelijen unik yang menyelamatkan nyawa (seperti yang diklaim CIA), juga tidak berguna untuk mendapatkan kerja sama dari para tahanan, dan bahwa program tersebut merusak kedudukan internasional Amerika Serikat.

Beberapa orang, termasuk beberapa pejabat CIA dan Republik AS, membantah kesimpulan laporan itu dan mengatakan itu memberikan gambaran yang tidak lengkap tentang program tersebut. Yang lain mengkritik penerbitan laporan tersebut, dengan alasan potensinya untuk merusak AS dan sejarah perkembangannya yang kontroversial. Mantan calon presiden dari Partai Republik John McCain memuji rilis laporan tersebut.

Baca juga : Program Penyiksaan Penjara Rahasia CIA di Rumania

Setelah laporan dirilis, Presiden Barack Obama saat itu menyatakan, “Salah satu kekuatan yang membuat Amerika luar biasa adalah kesediaan kita untuk secara terbuka menghadapi masa lalu kita, menghadapi ketidaksempurnaan kita, membuat perubahan, dan berbuat lebih baik.”

Setelah rilis Ringkasan Eksekutif laporan tersebut, sejumlah besar individu dan organisasi menyerukan penuntutan CIA dan pejabat pemerintah yang melakukan, menyetujui, atau memberikan perlindungan hukum untuk penyiksaan terhadap tahanan;] namun, penuntutan dipertimbangkan tidak sepertinya. A.S. juga telah mengesahkan undang-undang, yang disponsori oleh Senator McCain dan Dianne Feinstein, untuk mencegah lembaga A.S. menggunakan banyak teknik penyiksaan yang dijelaskan dalam laporan tersebut.

Film The Report mencakup periode waktu selama satu dekade yang mengarah pada pembuatan akhir dan publikasi laporan dan dirilis di Amerika Serikat pada 15 November 2019.

Dorongan untuk laporan itu

Senator California Dianne Feinstein mengatakan bahwa penyelidikan awal dimulai setelah laporan pers muncul yang menyatakan bahwa pada tahun 2005, Direktur CIA dari Layanan Klandestin Nasional Jose Rodriguez menghancurkan hampir 100 rekaman video interogasi atas keberatan dari staf hukum CIA dan Gedung Putih.

Rekaman itu menunjukkan petugas CIA dan kontraktor menggunakan teknik penyiksaan seperti waterboarding pada tahanan Abu Zubaydah dan Abd al-Rahim al-Nashiri. CIA tidak memberi tahu Komite Intelijen Senat Amerika Serikat (SSCI) bahwa Rodriguez telah menghancurkan rekaman itu, dan komite tidak tahu bahwa rekaman itu ada.

SSCI percaya bahwa Rodriguez menutupi aktivitas ilegal oleh CIA, meskipun komite tersebut pada awalnya diberitahu oleh pejabat CIA bahwa Rodriguez tidak terlibat dalam “penghancuran bukti”. Rodriguez terlebih dahulu mengkritik laporan tersebut dalam sebuah op-ed untuk The Washington Post pada 5 Desember 2014.

Selain menghancurkan rekaman penyiksaan, laporan Komite tersebut menunjukkan bahwa Rodriguez sangat terlibat dalam penggunaan penyiksaan oleh CIA, termasuk mengawasi situs-situs hitam tempat penyiksaan.

terjadi,: 57 dari 499 mencegah staf hukum CIA Counterterrorism Center (CTC) melaksanakan proses pemeriksaan bagi para interogator,: 59 dari 499 memberikan informasi yang menyesatkan kepada Departemen Pertahanan tentang identitas tahanan,: 120 dari 499 dan berpartisipasi dalam pembayaran jutaan dolar ke negara yang menghosting situs hitam.

Direktur CIA Michael Hayden mengatakan kepada Komite pada 11 Desember 2007, bahwa jika Komite telah meminta video tersebut, CIA akan menyediakannya, dan menawarkan ringkasan tertulis kepada Komite dari sesi interogasi yang digambarkan pada rekaman yang dihancurkan. Catatan CIA menunjukkan bahwa keputusan untuk menghancurkan rekaman itu datang tak lama setelah pengacara CIA menyuarakan keprihatinan tentang Kongres menemukan keberadaan rekaman itu.

Buku Jane Mayer The Dark Side menyatakan bahwa CIA juga lalai memberi tahu Komisi 9/11 bahwa kaset-kaset ini ada: “Dalam pertemuan pada tanggal 23 Desember 2003, [direktur eksekutif Komisi Philip D.

Zelikow menuntut agar CIA segera paling tidak memberikan setiap dan semua dokumen yang menanggapi permintaannya, bahkan jika Komisi tidak secara khusus memintanya. [Direktur CIA George] Tenet menjawab dengan menyinggung beberapa dokumen yang menurutnya akan membantu.

Tetapi dalam kelalaian itu nantinya akan menjadi bagian dari investigasi kriminal, baik Tenet maupun siapa pun dari CIA dalam pertemuan tersebut tidak menyebutkan bahwa, pada kenyataannya, Agency memiliki ratusan jam rekaman video interogasi Abu Zubayda dan Abd al-Rahim al-Nashiri pada saat itu, keduanya adalah waterboarded. “: 279

Pada bulan Desember 2007, komite membuka penyelidikan atas penghancuran rekaman dan menunjuk empat staf untuk melakukan penyelidikan, yang mereka selesaikan sekitar awal 2009.

Pengembangan laporan

Pada 11 Februari 2009, komite mulai mempertimbangkan peninjauan yang lebih luas terhadap praktik penahanan dan interogasi CIA setelah staf komite menyajikan ringkasan kabel operasional yang merinci interogasi terhadap Abu Zubaydah dan Abd al-Rahim al-Nashiri. Pada tanggal 5 Maret 2009, Komite Intelijen Senat memilih 14-1 untuk membuka penyelidikan atas program penahanan dan interogasi CIA.

Pada bulan Agustus 2009, Jaksa Agung Eric Holder mengumumkan penyelidikan kriminal pendahuluan paralel terhadap penggunaan teknik interogasi yang tidak sah oleh pejabat CIA. Sebagai hasil dari investigasi Jaksa Agung, minoritas Republik di SSCI menyimpulkan bahwa banyak saksi tidak mungkin berpartisipasi dalam investigasi karena takut akan pertanggungjawaban pidana. Mengutip investigasi Jaksa Agung sebagai alasan mereka, minoritas Republikan SSCI menarik partisipasi mereka dari investigasi pada September 2009.

Investigasi Senat dipimpin oleh staf Komite dan mantan penyelidik FBI Daniel J. Jones, dan dipersiapkan setelah meninjau lebih dari 6,3 juta halaman dokumen, kabel, email, dan materi lainnya yang pada prinsipnya disediakan oleh CIA. Fase produksi dokumen berlangsung lebih dari tiga tahun dan selesai pada Juli 2012. Seperti dijelaskan dalam laporan Senat, tambahan 9.400 dokumen rahasia yang berulang kali diminta oleh SSCI ditahan oleh Gedung Putih di bawah klaim hak istimewa eksekutif. Terlepas dari harapan awal bahwa wawancara akan digunakan, tidak ada wawancara atau audiensi formal yang dilakukan dalam persiapan laporan.

Kurangnya wawancara dan audiensi adalah salah satu keluhan utama dari minoritas Republik di SSCI. Namun, laporan tersebut termasuk pernyataan yang direkam pejabat CIA dalam dengar pendapat komite rahasia, pernyataan tertulis, dan wawancara yang dilakukan melalui kantor Inspektur Jenderal CIA dan program sejarah lisan Badan, serta melalui tanggapan formal kepada komite pada bulan Juni.

2013 setelah membaca laporan. Pernyataan dan wawancara ini termasuk dari direktur CIA George Tenet, direktur CTC Jose Rodriguez, penasihat umum CIA Scott Muller, wakil direktur operasi CIA James Pavitt, penjabat penasihat umum CIA John Rizzo, wakil direktur CIA John McLaughlin, dan berbagai interogator, pengacara, personel medis, analis kontraterorisme senior, dan manajer program penahanan dan interogasi.

CIA memperkirakan bahwa sekitar $ 40 juta dalam waktu dan sumber daya personel dihabiskan untuk membantu penyelidikan, tetapi ini sebagian besar karena desakan CIA untuk mempekerjakan kontraktor Centra Technology untuk meninjau dokumen sebelum menyerahkannya kepada Komite dan membangun fasilitas dan komputer aman yang terpisah. jaringan untuk CIA dan staf Komite untuk digunakan selama peninjauan. Ini menyimpang dari proses berbagi dokumen standar, di mana CIA menyediakan dokumen untuk ditinjau staf Komite di kantor Komite.

Laporan akhir disetujui pada 13 Desember 2012, dengan pemungutan suara 9–6, dengan delapan Demokrat dan satu dari Partai Republik (Olympia Snowe) yang mendukung publikasi dan enam suara Partai Republik sebagai oposisi, dan pandangan minoritas Senator Chambliss yang diterbitkan adalah bergabung dengan Senator Burr, Risch, Coats, Rubio, dan Coburn. Senator Republik John McCain, anggota Komite ex officio, tidak memiliki suara, tetapi dia mendukung persetujuan bersama Snowe.

Baca juga : Agen Mata-mata Terbaik di Amerika Serikat

Pada tanggal 3 April 2014, SSCI memberikan suara 11–3 untuk menyerahkan versi revisi dari ringkasan eksekutif, temuan, dan rekomendasi laporan untuk analisis deklasifikasi dalam persiapan untuk rilis publik di masa mendatang. Senator Independen Angus King dan Senator Republik Susan Collins mendukung rilis laporan tersebut. Setelah delapan bulan, melibatkan negosiasi kontroversial tentang detail apa yang harus tetap dirahasiakan, [7] [8] ringkasan eksekutif yang direvisi, temuan, dan rekomendasi dipublikasikan dengan banyak redaksi pada tanggal 9 Desember 2014.

CIA telah menuntut agar Komite mereduksi nama semua tahanan, semua nama samaran petugas CIA, dan nama semua negara yang menjadi tuan rumah situs hitam. Staf komite Daniel J. Jones mengatakan kepada The Guardian bahwa Agensi ingin menyunting materi lain, seperti referensi kepada Allah. CIA mengakui bahwa nama samaran dapat digunakan untuk kontraktor dan interogator James Mitchell dan Bruce Jessen, meskipun faktanya mereka berdua telah diidentifikasi secara terbuka sebelum rilis laporan. Laporan tersebut akhirnya memasukkan nama tahanan, dan menggunakan nama samaran (seperti “CIA OFFICER 1”) untuk beberapa petugas Agensi, tetapi menghapus hampir semua nama lainnya, serta nama negara tuan rumah situs hitam.

Informasi tentang kerja sama lembaga asing dengan CIA telah disunting dari laporan tersebut. Ketua Komite Intelijen dan Keamanan Inggris menyatakan mereka akan meminta akses ke apa pun yang diambil dari laporan atas permintaan badan-badan Inggris.

Program Penyiksaan Penjara Rahasia CIA di Rumania
Investigasi

Program Penyiksaan Penjara Rahasia CIA di Rumania

Share this:

Program Penyiksaan Penjara Rahasia CIA di Rumania – Informasi penyelidikan Associated Press serta alat Jerman menguak kalau CIA menjalankan suatu bui rahasia di ibukota Rumania, Bukares. Tubuh intelejen Amerika ini dikabarkan menahan beberapa terdakwa terorisme dalam bui itu.

Program Penyiksaan Penjara Rahasia CIA di Rumania

thetorturereport – Mantan aparat pembedahan CIA mengindentifikasikan posisi bangunan yang digunakan buat menahan, menginvestigasi, serta menganiaya para terdakwa terorisme. Gedung ini kepunyaan agen rahasia Rumania, Orniss, yang menaruh data rahasia dari Uni Eropa serta Nato.

Analitis dicoba oleh surat kabar Sueddeutsche Zeitung serta jaringan Televisi Jerman ARD. Dalam laporannya dituturkan beberapa orang sempat ditahan di bui rahasia itu tercantum Khaled Sheikh Mohammed, yang berterus terang merancang serbuan 9/ 11.

Ia dibekuk di Pakistan Maret 2003 dalam pembedahan AS yang diketahui selaku program pemindahan luar lazim- yang ialah penangkapan serta pemindahan terdakwa terorisme yang berjalan di luar hukum. Khaled dikala ini terletak di bui Teluk Guantanamo semenjak 2006, tempat ia menunggu sidang.

1. Lampu terang

Dilansir dari bbc.com, Orniss sendiri menyangkal informasi yang mengatakan kantornya dipakai selaku ruang narapidana CIA. Kala ditanya apakah gedung itu sempat dipakai buat menahan terdakwa terorisme Islam, Delegasi Pimpinan Orniss Adrian Camarasan pada Sueddeutsche berkata,” Disini? Tidak!.

Gedung yang terdapat di Jalur Mures 4 diberi isyarat julukan Lampu Jelas, begitu informasi Sueddeutsche. Sanggahan itu berlawanan dengan salah seseorang mantan aparat pembedahan CIA yang berterus terang kerap mendatangi posisi itu. Mantan aparat CIA itu diambil berkata amat rahasia di situ. Tidak terdapat aparat Rumania yang tiba serta menyongsong aku.

Dakwaan pertanyaan jaringan web gelap CIA di beberapa negeri tercantum Rumania timbul di dataran awal kali pada 2005 namun senantiasa dibantah Washington. Tahun 2007, suatu pelacakan Komisi Eropa mendakwa Rumania melaksanakan suatu bui rahasia, namun Bukares pula membantahnya.

Terpaut informasi terkini ini, CIA melaporkan informasi itu bias serta bias. Sebaliknya interogator Komisi Eropa, Dick Marty, menyongsong bagus informasi terkini itu. ” Kita kesimpulannya mulai menekuni apa yang terjalin di Bukares, tuturnya dalam suatu statment. Bagaimanapun, ia mempersoalkan kekurangan yang ia ucap selaku pelacakan hukum sungguh- sungguh di Rumania.

Baca juga : 7 Teknik Penyiksaan Interogator CIA di Penjara Teluk Guantanamo

2. Sel mengarah Mekah

Tahun 2006, Kepala negara AS dikala itu George W Bush membenarkan kalau terdakwa terorisme ditahan di bui CIA di luar negara, namun ia tidak berkata lokasinya. Suatu analitis BBC tahun 2010 pula beranggapan CIA memakai bui rahasia di Polandia tempat Khaled Sheikh Mohammed jadi korban penganiayaan dengan metode penenggelaman kepala.

Kantor informasi AP yang bertugas serupa dengan Sueddeutsche and ARD dalam analitis ini berkata bui di Rumania itu dibuka tahun 2003 sehabis CIA menyudahi buat meluangkan tempat di Polandia. Mantan aparat CIA yang diambil tanpa namanya pula melukiskan suasana bui itu pada AP.

Ia berkata lantai dasar gedung terdiri dari 6 sel dobrak pasang, tiap sel mempunyai suatu jam serta ciri panah yang membuktikan arah Mekah. Narapidana berarti lain yang disebut- sebut ditahan di Rumania merupakan Ramzi Binalshibh serta Abu Faraj al- Libi.

3. CIA Beri uang Rumania Jutaan Dollar buat Bangun Bui Rahasia

Tubuh Intelejen Amerika Sindikat( CIA) dikabarkan sudah melunasi jutaan dolar ke Rumania terpaut pembangunan bui rahasia. Perihal itu di informasikan oleh seseorang pengacara hak asas orang di Majelis hukum HAM Eropa pada Rabu minggu kemudian.

Dalam konferensi itu, Amrit Singh berkata bui rahasia CIA yang terletak di Rumania dibentuk dari tahun 2003- 2005 di dasar arahan Kepala negara George W. Bush. Ia berkata bui itu dijadikan tempat buat menganiaya terdakwa terorisme dalam program menguak rahasia oleh agen CIA yang disetujui oleh daulat Rumania.

Singh meningkatkan kalau kehadiran bui itu diketahuinya lewat salah satu kliennya yang berawal dari Arab Saudi, Abd al- Rahim Angkatan laut(AL) Nashiri yang saat ini ditahan di bui Guantanamo. Klienya itu berterus terang dibelenggu, kurang tidur, dibentak dengan suara keras serta dan senantiasa disorot lampu yang amat jelas, ditampar serta dituntut makan kotoran orang di suatu bui Bucharest CIA pada 2004.

Sehabis sidang, juri berkata hendak menginstruksikan pelacakan dalam sebagian bulan ke depan untuk mengenali apakah Rumania terencana membiarkan CIA membuat bui rahasia tempat penganiayaan terjalin.

Perwakilan penguasa Rumania, Catrinel Brumar berkata ibutuhkan petunjuk jelas serta lebih dari hanya pemikiran buat memohon pertanggung balasan negeri. Ia meningkatkan kalau pelacakan lebih lanjut tengah dicoba.

Asumsi terdapatnya bui rahasia CIA itu sudah jadi poin sensitif di Rumania, kawan AS yang kokoh yang lagi mencari sokongan dari Washington buat berasosiasi dengan NATO.

Informasi Panitia Intelijen Badan legislatif AS mengenai penganiayaan CIA berakhir pada 2014. Informasi itu muat rincian penganiayaan narapidana serta gimana pengawasan penguasa buat membendungnya. Tetapi informasi itu tidak langsung mengatakan Rumania selaku tuan rumah dari bui rahasia CIA buat melaksanakan penganiayaan.

4. UE Menyelidiki Bui Rahasia CIA

lembaga Interogator Uni Eropa mempelajari 31 penerbangan yang ditaksir menyangsikan terpaut asumsi terdapatnya bui rahasia Biro Intelijen Amerika Serikat( CIA) di Eropa Timur, baru- baru ini. Penerbangan itu dicurigai dipakai buat memindahkan para narapidana. Dalam sebagian tahun terakhir dikenal 31 penerbangan ini berlabuh di area Eropa.

Dalam suatu tanya jawab, Pimpinan lembaga Interogator Uni Eropa Dick Marty berkata sedang belum menciptakan fakta jelas hal keberadaan bui rahasia di Eropa. Tetapi beliau meningkatkan banyak fakta- fakta yang menjurus ke arah itu.

Marty mengutarakan terdapat beberapa penerbangan yang belum terdapat uraian. Sedangkan penguasa negeri berhubungan pula tidak menerangkan penerbangan itu. Marty sudah memohon Badan Pengawas Kemudian Rute Hawa Eropa buat sediakan penjelasan rinci hal 31 penerbangan itu.

Marty pula memohon data- data dari pusat satelit UE di Spanyol untuk menemukan pandangan satelit di area Rumania serta Polandia buat diselidiki. Kedua negeri dituding badan hak asas orang selaku posisi bui rahasia CIA. Posisi yang diprediksi bui rahasia antara lain pos tentara Kogalniceau di Rumania, Palma de Majorca di Spanyol, serta Larnaca di Siprus dan Shannon di Irlandia.

Senator asal Swiss ini pula mengemukakan, UE mempunyai peranan akhlak buat menyelidiki asumsi itu. Tetapi usaha ini tidak tertuju mengedarkan rasa anti- AS.

5. Rumania Didesak Akui Fasilitasi Bui Rahasia CIA

Pengacara narapidana yang disiksa biro intelijen Amerika Sindikat( CIA) menekan daulat Rumania buat membenarkan kedudukan mereka dalam menyiapkan posisi bui rahasia CIA yang dijadikan tempat investigasi.

Walaupun informasi Badan legislatif AS tidak mengatakan julukan negeri yang jadi posisi bui rahasia. Suatu informasi merinci narapidana yang dipindahkan ke serta dari pusat penangkapan berkode BLACK.

Informasi itu cocok dengan memo kemudian rute udara pesawat yang disewa CIA yang melampaui lapangan terbang Rumania antara 2003 serta 2005. Sebagian informasi yang diprediksi diperoleh dari pangkal majelis hukum itu sudah ditilik dengan cara bebas oleh Reuters.

Bersumber pada informasi badan legislatif, CIA berikan penguasa yang jadi posisi bui rahasia sekurang- kurangnya satu juta dolar AS. Duit itu diserahkan selaku perkataan dapat kasih sebab sudah mensupport program penangkapan CIA.

Ioan Talpes yang berprofesi selaku advokat keamanan untuk kepala negara Rumania pada 2000- 2004 berkata, Rumania sudah memperbolehkan biro intelijen AS melaksanakan suatu sarana di Rumania.

Tetapi, administratur Rumania tidak mengenali terdapat orang yang ditahan di situ. Ia pula melawan kalau Rumania menyambut beberapa duit sebab jadi posisi bui.

” Nyata itu dibuat di Rumania, tetapi tidak terdapat orang Rumania yang ambil bagian. Serta itu telah disetujui oleh AS. Kita apalagi tidak ketahui apa yang terdapat di situ. Dalam suasana semacam ini lebih bagus kita tidak turut aduk,” tutur ia, Selasa( 16/ 12).

Baca juga : Mata-mata Inggris Dalam Perang Nazi

Departemen Luar Negara Rumania dalam pernyataannya berkata informasi badan legislatif AS tidak mempunyai rujukan pada Rumania. Daulat Rumania pula tidak memiliki fakta yang membuktikan terdapatnya pusat penangkapan di Rumania. Tetapi, departemen berkata daulat sedia bertugas serupa buat pelacakan majelis hukum di Rumania atas asumsi bui CIA.

” Pihak berhak yang berkompeten hendak melaksanakan seluruh tahap yang dibutuhkan buat menuntaskan permasalahan ini dengan hidmat penuh atas prinsip hukum serta HAM,” ucap statment itu.

Kepala negara Rumania Traian Basescu tidak merespon persoalan tercatat yang dikirimkan kepadanya. Biro intelijen luar negara Rumania berkata tidak mempunyai data yang membuktikan terdapatnya pusat penangkapan CIA di area Rumania.

Bagi seseorang mantan aparat operasi CIA, gedung yang dipakai selaku bui itu ialah kepunyaan agen rahasia Rumania, Orniss, yang menaruh data rahasia dari Uni Eropa serta Nato. Gedung itu terdapat di Jalur Mures 4, serta mempunyai isyarat” Lampu Terang,. Bagi mantan aparat CIA itu gedung itu diatur dengan tingkatan kerahasian amat besar.

Surat kabar Sueddeutsche Zeitung, serta jaringan Televisi Jerman ARD, dalam laporannya mengatakan kalau beberapa orang sempat ditahan di bui rahasia itu tercantum antara lain merupakan Khaled Sheikh Mohammed, pihak yang berterus terang merancang serbuan tower sebandung 9 September.

Tetapi kala dikonfirmasi Orniss menyangkal pemberitaan yang mengatakan kantornya dipakai selaku ruang narapidana CIA. Begitupula CIA menyangkal bukti data itu kala dikonfirmasi. Mereka mengatakan informasi itu bias serta bias.

Sedangkan interogator Komisi Eropa Dick Marty menyongsong bagus informasi terkini itu.” Kita kesimpulannya mulai menekuni apa yang terjalin di Bukarest, tuturnya dalam suatu statment.

Terdapatnya web gelap kepunyaan CIA di beberapa negeri tercantum Rumania timbul di dataran awal kali pada tahun 2005, hendak namun Penguasa Amerika senantiasa membantahnya. Tahun 2007, suatu pelacakan Komisi Eropa mendakwa Rumania melaksanakan suatu bui rahasia, namun Bukarest pula membantahnya.

7 Teknik Penyiksaan Interogator CIA di Penjara Teluk Guantanamo
Investigasi

7 Teknik Penyiksaan Interogator CIA di Penjara Teluk Guantanamo

Share this:

7 Teknik Penyiksaan Interogator CIA di Penjara Teluk Guantanamo – Seorang mantan tahanan Teluk Guantanamo yang dikenal sebagai Abu Zubaydah menggambar sketsa penyiksaan yang dialaminya selama empat tahun oleh para interogator CIA.

7 Teknik Penyiksaan Interogator CIA di Penjara Teluk Guantanamo

thetorturereport – Zubaydah, 48, melukis ilustrasi penganiayaan tahun ini di Guantánamo buat dimasukkan dalam informasi setebal 61 halaman, How America Tortures, yang ditulis oleh pengacaranya, Mark P. Denbeaux, profesor di Seton Hall University Law School di Newark, dan beberapa Mahasiswa Denbeaux .

Menurut Laporan tempo.co, catatan internal pemerintahan Bush, memoar tahanan, dan laporan Komite Intelijen Senat 2014 untuk menganalisis program interogasi. Program tersebut awalnya dibuat untuk Zubaydah, yang secara keliru dianggap sebagai letnan tertinggi Al-Qaeda.

Zubaydah adalah seorang Palestina yang bernama asli Zayn al-Abidin Muhammad Husayn. Dia ditangkap dalam baku tembak di Faisalabad, Pakistan pada Maret 2002, terluka serius, tercantum cedera serius di paha kirinya, serta dikirim ke jaring penjara luar negeri CIA.

Dia ditahan di penjara paling rahasia di Teluk Guantanamo, Kamp 7. Membuat sketsa bahan hukum untuk ditinjau dan dimasukkan dalam penelitian.

Laporan ini pertama kali diterbitkan oleh New York Times pada 4 Desember 2019. Terkait dengan Pulitzer Center on Crisis Reporting. Berikut ini adalah sketsa metode penyiksaan CIA di Teluk Guantánamo dari kesaksian Zubaydah.

Baca juga : Ketika penyiksaan adalah persyaratan untuk menginterogasi tahanan

1. Papan air

tahanan diikat telanjang di papan tulis dan ditutupi dengan kerudung atau handuk menutupi wajah mereka. Interogator kemudian menuangkan air sampai napi tidak bisa bernafas dan ingin tenggelam.

Gambar tersebut kontras dengan gambar lainnya yang terlihat dalam budaya populer; misalnya, sebuah pameran di Museum Mata-mata di Washington menunjukkan seorang penjaga keamanan menuangkan air ke wajah narapidana yang berpakaian bagus seperti pakaian olahraga penjara. Teknik penyiksaan ini disebut waterboarding.

Potret diri Zubaydah pula membuktikan perinci konstruksi yang hilang dari beberapa besar deskripsi, semacam persendian raih-turun untuk memiringkan kepala narapidana. Memanfaatkan untuk menahan paha yang terluka.

Sebuah studi Komisi Intelijen Senat tentang program interogasi CIA menemukan bahwa waterboarding dan teknik lainnya brutal dan jauh lebih buruk daripada apa yang telah diungkapkan CIA. “Penggunaannya menyebabkan kejang, muntah dan membuat Zubaydah sama sekali tidak responsif, dengan gelembung udara naik melalui mulutnya yang terbuka penuh air,” katanya.

Dalam bukti Zubaydah pada pengacaranya pada tahun 2008, Zubaydah melukiskan tahap awal dari 83 tahap air sebagai berikut: “Mereka terus menuangkan air dan fokus pada hidung dan mulut saya sampai saya benar-benar merasa diri saya tenggelam dan dada saya akan meledak karena kekurangan ini. oksigen.

2. Posisi stres

Kesaksian para tahanan di berbagai situs hitam CIA di Thailand berbeda tentang bagaimana metode itu digunakan. Dalam ilustrasi tersebut, Zubaydah ditampilkan telanjang, dengan dirantai pergelangan tangannya ke jeruji besi di atas kepalanya dan dipaksa untuk berdiri di atas jari kakinya.

Dalam kesaksiannya, pengacaranya melaporkan, dia masih dalam pemulihan dari luka besar di pahanya dan dia berusaha menyeimbangkan beban di kaki yang lain. “Berjam-jam berlalu sementara saya berdiri dalam posisi ini,”tuturnya pada pengacaranya.” Tangan aku diikat erat ke kisi-kisi atas.”

Dia mengatakan beberapa penjaga memperhatikan warna tangannya dan memindahkannya ke kursi. Interogasi dilanjutkan dengan pusing, kedinginan, lapar, kurang tidur, dan muntah-muntah hebat.

3. Belenggu pendek

Zubaydah yang tidak pernah mengikuti pelatihan seni formal, memakai topi dan dirantai dalam posisi menciut seperti janin dalam kandungan dan dirantai ke sel untuk membatasi geraknya. Memberikan persetujuan CIA untuk menggunakan teknik yang serupa dengan yang satu ini, Jay S.

Bybee, mantan wakil jaksa agung, mencatat dalam catatan 18 halaman tertanggal 1 Agustus 2002 bahwa, “dengan mengamati Zubaydah dalam tahanan, Anda memperhatikan bahwa dia tampak cukup fleksibel meskipun kehadirannya. luka. “

Dalam mandat yang ditujukan kepada penasihat hukum interim CIA, John A. Rizzo, dia juga mencatat bahwa CIA menyimpulkan bahwa barang-barang itu tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit saat memutar tubuh.

4. Walling

Sketsa ini menunjukkan seorang interogator membungkus leher Zubaydah dengan handuk dengan erat saat ia membenturkan bagian balik kepala Zubaydah ke bilik papan yang menutupi bilik beton. “Dia masih membenturkanku ke dinding,” katanya, teringat bahwa dia telah membutakanku untuk sementara.

Dia mengatakan bahwa dengan setiap pukulan dia akan jatuh ke lantai, dia diseret dengan handuk yang dibungkus plastik, yang menyebabkan lehernya berdarah dan kemudian ditampar di wajah.

Dalam kesaksian 2017 sebagai bagian dari persidangan yang akhirnya diselesaikan, James E. Mitchell, mantan psikolog kontrak CIA yang merancang teknik tersebut bersama rekannya John Bruce Jessen, mengatakan bahwa Walling bermaksud menargetkan telinga bagian dalam. “Jika sakit, Anda salah melakukannya,” katanya.

5. Kotak kurungan besar

Dalam foto ini, Zubaydah dicukur, telanjang, diborgol sedemikian rupa hingga tidak bisa berdiri, dan menurut catatannya, ia duduk di atas ember yang seharusnya menjadi toilet.
“Saya berada dalam kegelapan total,” katanya. “Satu-satunya tempat saya bisa duduk adalah ember karena sangat kecil.”

Zubaydah menjelaskan bahwa itu dikunci di dalam kotak kayu besar yang terlihat seperti peti kayu. Ketika dia melihatnya untuk pertama kali, para penjaga berdiri tegak, dan seorang pria yang mengenakan jaket hitam dan jaket militer mengumumkan, “Ini akan menjadi rumahmu mulai sekarang.”

6. Kotak kurungan kecil

Kotak kecil itu mirip dengan yang dipajang di Museum Mata-mata, di mana Anda dapat melihat anak-anak merangkak di dalam selama kunjungan.

Dalam kesaksiannya, termasuk laporan Seton Hall, Zubaydah menggambarkan penutupan tempat yang disebutnya “kandang anjing” selaku tempat yang amat menyakitkan. “Begitu mereka mengunci saya di dalam kotak, saya mencoba untuk duduk lebih baik, tetapi tidak berhasil karena kotak itu terlalu pendek. Saya mencoba meringkuk tetapi sia-sia karena terlalu kecil. “

Zubaydah bergerak dan dirantai dalam posisi janin berjam-jam hingga mengalami kejang otot. “Sakit yang luar biasa,” katanya, “membuatku menjerit.”

Baca juga : Mantan Mrs World Sri Lanka Ditahan Setelah Insiden di Atas Panggung

7. Pencegahan tidur

Zubaydah menyebutkan bahwa agen CIA menggunakan metode horizontal untuk mencegah tidur dengan mengikatnya pada posisi yang menyakitkan sehingga tidak mungkin untuk tidur.

CIA membetulkan tata cara pencegahan tidur dengan berkata kalau itu dimaksudkan untuk memusatkan perhatian para narapidana pada situasi mereka saat ini dan bukan pada tujuan ideologis.

Menyetujui ini dan teknik lainnya pada Agustus 2002, Bybee mengatakan CIA mengatakan metode tersebut tidak akan mencegah Zubaydah tidur selama lebih dari 11 hari. Dalam sebuah penelitian di Seton Hall, Zubaydah menggambarkan kurang tidur selama dua atau tiga minggu atau bahkan lebih.

“Rasanya seperti keabadian,” tambahnya, “sampai-sampai saya tertidur meskipun penjaga menyiramkan air ke saya,” kata seorang mantan tahanan Teluk Guantanamo.

Ketika penyiksaan adalah persyaratan untuk menginterogasi tahanan
Informasi

Ketika penyiksaan adalah persyaratan untuk menginterogasi tahanan

Share this:

Ketika penyiksaan adalah persyaratan untuk menginterogasi tahanan – Sejak Oktober 2002, mantan pejuang Afghanistan Gul Rahman (Gul Rahman) telah berada di ruang penahanan dan penyiksaan di Central Intelligence Agency (CIA).

Ketika penyiksaan adalah persyaratan untuk menginterogasi tahanan

thetorturereport – Selama 18 jam sehari, ia diinterogasi dan mengalami penyiksaan berupa waterboarding (kepalanya dibungkus kain dan direndam air dingin), larangan makan dan minum, serta berbagai metode penyiksaan lainnya.

Dehidrasi, hipotermia, dan kurang tidur membuat Rahman kesulitan hingga nafas terakhirnya pada 20 November 2002. Dalam laporan investigasi, Gul Rahman ditemukan meninggal karena hipotermia. Laporan tersebut menjelaskan bahwa Rahman dikurung di ruangan dingin dengan pakaian diikat telanjang sehingga tidak bisa menghangatkan diri saata di kutip oleh tirto.id.

Selain itu, kontak langsung dengan lantai beton yang dingin akan menyebabkan tubuh manusia kehilangan panas. Juga diyakini bahwa dia belum makan 36 jam sebelum kematiannya. Peneliti menemukan kadar katekolamin yang tinggi dalam urin Rahman, yang mengindikasikan bahwa hipotermia ringan menyebabkan kematian.

Rekan Gul Rahman, Ghairat Baheer juga ditahan di sel CIA. Tapi Baheer cukup beruntung akhirnya bisa menghirup udara bebas. Invasi Amerika ke Afghanistan setelah 9/11 membuat marah keluarga Baheer dan melawan invasi Amerika. Kisah penahanan dan interogasi dimulai di sini. “Interogasi adalah jenis penyiksaan lain.

Jika Anda menolak untuk bekerja sama, mereka akan melemparkan Anda ke dalam kotak panjang seperti peti mati dan menutupnya. Tidak ada oksigen. Pintunya benar-benar tertutup. Mereka meletakkan batu di tubuh Anda. Rasanya seperti. Ini seperti sekarat, “kata Baheer.

Proses interogasi teknis interogasi ala CIA dilakukan dalam profesi hukum, dengan tujuan untuk menggali lebih banyak informasi terkait kasus tersebut. Prosesnya dilakukan secara tertutup dan rahasia. Meskipun penyiksaan itu ilegal, penyiksaan sering kali disertai dengan interogasi.

Perang melawan terorisme telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun, diketahui bahwa penyiksaan disertai dengan interogasi (tersangka) atau kombatan oleh CIA di Afghanistan dan Pakistan. Pada 2016, CIA juga secara terbuka merilis suara mereka tentang metode dan teknik interogasi terhadap tahanan.

Dalam laporan berjudul “Description of Physical Pressure”, terdapat 12 metode interogasi CIA. Pertama, pegang kerah tahanan dengan kedua tangan dan dorong mereka ke dinding dengan kuat. Pegang wajah narapidana agar kepalanya tidak bisa bergerak, lalu pisahkan kedua telapak tangan untuk menyetrumnya, bukan rasa sakit.

Baca juga : Laporan Senat Merinci Teknik Penyiksaan Yang Digunakan Dalam Interogasi CIA

Para tahanan juga ditahan di ruangan sempit atau berventilasi dengan durasi yang bervariasi. Di ruangan yang agak luas waktu kurungannya bisa selama 18 jam, sedangkan di ruangan sempit waktu kurungannya hanya satu jam. Selain itu, para tahanan dipaksa berdiri 1,5 meter dari dinding ruangan, menyandarkan tangan mereka ke dinding untuk menopang berat badan mereka.

Tahanan tidak diperbolehkan menggerakkan tangan atau kaki mereka. Cara lainnya adalah dengan memaksa para narapidana untuk tetap terjaga saat kelelahan sehingga mereka dapat bekerja sama. Selain pesawat amfibi, CIA juga memaksa para tahanan untuk memakai popok.

John Yoo, memorandum penyiksaan dan praktik interogasi era Bush Satu bulan setelah serangan 9/11, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengendus tanda-tanda bahwa perang Amerika Serikat terhadap terorisme akan mengabaikan hukum internasional.

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengirimkan surat resmi kepada pemerintah AS untuk mengutuk penyiksaan sesuai dengan Konvensi Jenewa.

Sumber tersebut mengatakan: “Komite Menentang Penyiksaan percaya bahwa setiap tanggapan terhadap ancaman terorisme internasional yang diambil oleh negara pihak akan konsisten dengan kewajiban mereka ketika mereka meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan.”

Perkiraan pejabat PBB benar. John Choon Yoo, seorang profesor hukum di University of California, Berkeley, menulis garis besar memorandum yang berisi prosedur interogasi mulai dari penyiksaan terhadap tahanan Al Qaeda dan Taliban hingga water boarding. Memo ini disebut “memo penyiksaan”.

John Yoo berkata: “Saya dapat menjelaskan mengapa pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan aktif tetapi terkadang tidak populer untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan teroris lainnya.” John Yoo menjabat sebagai Hakim AS pada tahun 2001 Wakil Asisten Jaksa Agung Kantor Penasihat Hukum dari Kementerian. Di era George W. Bush

Penyiksaan selama interogasi melanggar hukum internasional. Lebih tepatnya, ini adalah Konvensi Jenewa Ketiga Terkait Perlakuan terhadap Tahanan Perang (1949) dan Kesepakatan Menentang Penganiayaan serta Perlakuan ataupun HukumanLain yang Kejam, Tidak Kemanusiaan ataupun memandang rendah nilai Manusia (“Konvensi Menentang Penyiksaan dan Kekejaman Lainnya) , Perlakuan atau Hukuman Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat). Penalty), selanjutnya disebut CAT.

Penyiksaan, yang dulu dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional, kini menjadi kebutuhan dan oleh karena itu legal. John Yoo percaya bahwa Konvensi Jenewa hanya akan membatasi proses ekstraksi informasi. Dalam sebuah laporan “Intercept” tahun 2005, John Yoo pernah mengemukakan argumen bahwa bahkan presiden pun dapat memerintahkan pelecehan anak jika perlu.

Jika itu terjadi suatu saat, maka hukum internasional yang berlaku tidak akan dapat mencegahnya. “Karena Amerika Serikat perlu mendapatkan informasi dari para teroris yang ditangkap dan sponsor mereka secepatnya untuk menghindari kekejaman lebih lanjut terhadap warga sipil Amerika.

Informasi masih menjadi senjata utama untuk mencegah serangan Al Qaeda di masa depan terhadap Amerika Serikat,” kata John Liu Selain itu, untuk menghindari tuduhan pelanggaran HAM yang serius, George W.

Bush juga menandatangani memorandum yang menyatakan bahwa Konvensi Jenewa tidak berlaku bagi Al Qaeda karena bukan merupakan entitas nasional yang telah menandatangani atau meratifikasi Konvensi Jenewa. Hal yang sama berlaku untuk Taliban. Oleh karena itu, mereka tidak dilindungi oleh Konvensi Jenewa.

Melalui memorandum ini, pemerintahan Bush membatasi penyiksaan pada definisi material sehingga Amerika Serikat dapat berargumen bahwa proses interogasi CIA pertama-tama menggunakan tamparan untuk memberikan efek kejutan, daripada cedera pribadi.

Ini juga menggunakan alasan yang diinterogasi oleh seorang psikolog untuk menentukan ruang lingkup penyiksaan para narapidana. Padahal, keterlibatan psikolog belum membuat keadaan menjadi lebih baik, karena korban seperti Gul Rahman terus mengemuka dari interogasi yang melibatkan penyiksaan.

Setelah Daniel Jones buka suara di ruang tertutup di Gedung Hart di Amerika Serikat, akhirnya muncul kebungkaman tentang operasi kejam CIA. Jones adalah anggota staf Komite Intelijen Senat dan sering menangani penahanan dan interogasi CIA. Pada 11 Februari 2009, di depan komite dari Demokrat dan Republik, Jones melaporkan bahwa proses interogasi CIA sangat kejam.

Di awal masa jabatannya, kasus penyiksaan menarik perhatian Presiden Barack Obama. Meskipun dia mengajukan keberatan kepada CIA, dia dengan cepat menghentikan perilakunya. Namun, meski pada dasarnya penggunaannya telah dihentikan, masih ada laporan insiden kekerasan di pusat-pusat penahanan di Amerika Serikat.

Pada dasarnya praktik ini juga dilakukan di berbagai negara / wilayah untuk berbagai keperluan, seperti mengumpulkan informasi hingga menghukum narapidana. Menurut laporan Amnesty International, antara 2011 dan 2015, sekitar 13.000 orang tewas di penjara di Suriah.

Baca juga : Sri Lanka Larangan Burqa untuk Keamanan Nasional

Negara-negara Eropa juga kerap menyiksa para tahanan. Dalam laporan Komisi Eropa untuk Pencegahan Penyiksaan (CPT) 2015, ditemukan bahwa penyiksaan masih berlangsung di Armenia, Azerbaijan, Bulgaria, Yunani, Hongaria, Moldova, Rusia, Spanyol, dan Ukraina.

Menurut laporan Institute of Criminal Justice Reform (ICJR), di Indonesia, praktik penyiksaan terhadap tahanan terus berlanjut dalam proses penegakan hukum. ICJR melaporkan bahwa antara Januari hingga Juni 2016, terdapat 18 kasus penyiksaan. Penyiksaan terhadap tahanan selalu dengan dalih “kebutuhan mendesak”.

Kurangnya payung hukum dan metode penegakan hukum yang dapat digunakan untuk mengadili para penyiksa telah menjadikan penjara sebagai salah satu tempat penyiksaan paling serius di dunia.

Laporan Senat Merinci Teknik Penyiksaan Yang Digunakan Dalam Interogasi CIA
Informasi Laporan

Laporan Senat Merinci Teknik Penyiksaan Yang Digunakan Dalam Interogasi CIA

Share this:

Laporan Senat Merinci Teknik Penyiksaan Yang Digunakan Dalam Interogasi CIA – Senat AS merilis laporan terlengkap kepada publik pada Selasa (12/9/2014), yang melibatkan teknik interogasi brutal Badan Intelijen AS (CIA) setelah penyerangan terhadap tersangka yang diduga terkait dengan tersangka kriminal di 11 September 2001.

Laporan Senat Merinci Teknik Penyiksaan Yang Digunakan Dalam Interogasi CIA

thetorturereport – Laporan tersebut mengungkapkan bagaimana para tahanan disiksa, ditampar dan dipaksa masuk ke dalam peti mati. Laporan tersebut menyebutkan bahwa salah satu ancaman yang digunakan dalam interogasi adalah penggunaan teknik roulette ala Rusia dengan pistol. Dalam metode interogasi ini, bahkan jika tidak ada kebutuhan medis, pemberian makanan melalui dubur dan hidrasi digunakan sebagai alat kontrol perilaku.

Laporan 500 halaman adalah ringkasan editorial lebih dari 6.000 halaman laporan rahasia, merinci bagaimana CIA melakukan prosedur interogasinya. Setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, penahanan dan interogasi terhadap tersangka oleh Central Intelligence Agency (CIA) merupakan kebijakan rahasia di bawah kepemimpinan Presiden George W. Bush pada 2002. Beberapa bulan setelah Bush menandatangani sebuah memorandum yang meminta CIA untuk mengejar, menangkap, dan menginterogasi semua pejabat senior al-Qaeda di seluruh dunia, operasi rahasia dimulai. Pada 2002, muncul rumor tentang penyiksaan tahanan di penjara militer Bagram di Afghanistan. Organisasi dan otoritas hak asasi manusia mulai mempertanyakan nasib beberapa tahanan rahasia.

Menurut laporan kompas.com, Pada tahun 2005, media AS melaporkan bahwa CIA diam-diam mengangkut tahanan khusus ke lokasi-lokasi tertutup. Dikatakan bahwa beberapa negara, beberapa di antaranya di Eropa, telah mengeluarkan izin khusus bagi CIA untuk melintasi wilayah udara mereka. Kemudian, pada bulan Desember 2004, Kongres memutuskan untuk mengakhiri perlakuan kasar atau merendahkan narapidana. Hingga 2007, perdebatan tentang penyiksaan terus berlanjut. Pada awal penyelidikan, CIA mengaku telah merusak rekaman interogasi. Kemarahan publik juga meningkat. Pada Januari 2009, Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa pemerintahnya tidak akan pernah menyiksa tahanan, dan secara resmi mengakhiri rencana CIA. Dua bulan kemudian, Senat meluncurkan tindakan penyiksaan oleh CIA. Investigasi.

Komite Intelijen Senat akan menulis laporan pada Selasa (9/12) yang merinci detail grafis dari ancaman seksual dan metode interogasi keras yang digunakan oleh agen mata-mata AS CIA terhadap tahanan teroris.

Orang-orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan laporan itu, yang disiapkan oleh sebagian besar anggota Komite Demokrasi, akan menjelaskan bagaimana mata-mata senior Al-Qaeda Abdul Rahman Nahiri diancam oleh penyelidik bor listrik.

Namun, latihan itu sebenarnya tidak dilakukan pada Nasiri, yang menjadi tersangka pengeboman USS Cole pada 2000.

Baca juga : Penyiksaan Merupakan Bagian Dari Kebijakan Bush

Tidak hanya itu, informasi ini menarangkan gimana paling tidak satu narapidana diancam dengan sapu sapu.

Gedung Putih dan badan intelijen AS mengatakan pada hari Senin bahwa dalam persiapan untuk protes dari seluruh dunia dan kemungkinan serangan kekerasan karena rilis detail grafik ini, mereka mengatakan akan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat keamanan fasilitas AS di seluruh dunia.

Juru bicara Gedung Putih Josh Ernest mengatakan: “Ada tanda-tanda bahwa rilis laporan ini dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi institusi dan individu Amerika.”

Strategi interogasi ini bertujuan untuk memaksa tahanan membocorkan konspirasi teroris dan informasi online melampaui teknik ketat yang digunakan oleh pengacara Gedung Putih, CIA, dan Departemen Kehakiman ketika Presiden Bush menjabat.

Serius menekankan bahwa Presiden Barack Obama (Barack Obama) mendukung produksi dokumen publik ini.

Earnest berkata: “Dengan cara ini, orang-orang di seluruh dunia dan di sini dapat secara akurat memahami apa yang sedang terjadi.”

Pada saat yang sama, menurut pejabat senior intelijen AS, badan-badan intelijen AS diam-diam menyebarkan siaran peringatan ke luar negeri tentang kemungkinan reaksi kekerasan.

Komite Intelijen Demokratik diharapkan untuk mengirim laporan pada hari Selasa melalui situs panel, serta kritik jangka panjang terhadap laporan tersebut oleh komite Republik dan CIA.

Laporan yang dihasilkan selama bertahun-tahun mendokumentasikan rencana “eksekusi, penahanan, dan interogasi” CIA yang disetujui oleh CIA setelah serangan 11 September 2001.

Bush mengakhiri banyak aspek taktik interogasi dalam rencananya, dan Obama dengan cepat melarang teknik interogasi.Setelah dilantik pada 2009, banyak orang mengkritik interogasi sebagai penyiksaan.

Kesimpulan akhir dari komite adalah bahwa interogasi yang ketat tidak mungkin menghasilkan informasi penting yang dapat diperoleh melalui cara-cara non-koersif.

Banyak komunitas intelijen dan pejabat kontra-terorisme memperdebatkan dengan panas kesimpulan ini, mereka mengatakan bahwa masalah seperti interogasi tidak memberikan terobosan besar.

Obama percaya bahwa terlepas dari apa prosedur investigasi mendapatkan data yang bermanfaat, Ernest mengatakan: “ Penggunaan teknologi ini tidak tepat karena memaksakan perilaku kekerasan pada nilai-nilai, dan itu juga alasan mengapa kami percaya bahwa kami adalah warga negara Amerika. ”

Laporan tersebut mencatat sebuah kasus di mana penyelidik CIA mengancam satu atau lebih tahanan dengan hukuman mati palsu (dalam praktiknya pemerintahan Bush tidak pernah menyetujuinya).

Interogasi yang disahkan oleh Kementerian Kehakiman terkadang dilakukan secara ekstrem.

Seperti Abu Zubaydah, seorang Palestina dituduh sebagai penyelenggara dan biro perjalanan Al-Qaeda yang berbasis di Afghanistan dan dipimpin oleh Osama bin Laden.

Penyelidik CIA AS tetap terjaga bersama Abu Zubaida selama lima hari berturut-turut tanpa istirahat.

Ketika Kementerian Kehakiman menyetujui teknologi seperti perampasan hak tidur, metode kontrol dan pengawasan ini bertepatan dengan waktu penahanan dan interogasi CIA terhadap militan sejak Agustus 2002.

Sistem yang lebih ketat dimulai pada awal tahun 2003 untuk memantau bagaimana menggunakan teknologi dengan benar.

Komite Intelijen sedang mempersiapkan untuk menerbitkan laporan 500 halaman, dan ringkasan yang lebih rinci dari 6.000 halaman narasi akan tetap dirahasiakan, termasuk riwayat naratif 200 halaman dari proses interogasi dan 20 studi kasus kasus khusus. Interogasi tahanan.

Penyelidik komisi mengutip studi kasus yang mengklaim bahwa CIA salah mengartikan seberapa efektif interogasi yang keras dalam mengekstraksi informasi penting kontra-terorisme.

Setelah serangkaian serangan di Amerika Serikat pada 11 September 2001 (dikenal sebagai 9/11), Amerika Serikat menangkap Abu Zubaydah dan Abd al-Rahim al-Nashiri. Mereka sekarang berada di Penjara Teluk Guantanamo di Kuba.

CIA memiliki banyak penjara rahasia di Lituania dan Rumania.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (European Court of Human Rights / ECHR) mengatakan kedua negara melanggar larangan penyiksaan oleh Eropa.

Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengeluarkan putusan serupa terhadap Polandia pada tahun 2014.

Lithuania dan Rumania diperintahkan untuk membayar 100.000 Euro atau 1,6 miliar Rupiah masing-masing kepada Abu Zubaida dan Abdu Nahiri. ECHR sendiri tidak dapat mengunjungi tersangka di Guantanamo.

Sejak serangan 9/11, melalui apa yang disebut kebijakan “penyerahan rahasia”, keberadaan apa yang disebut “lapangan hitam” CIA telah menjadi rahasia.

Abu Zubaydah (Abu Zubaydah) adalah seorang Palestina tanpa kewarganegaraan yang lahir di Arab Saudi, dan dianggap sebagai perekrut utama Al Qaeda pada tahun 1990-an. Dia kemudian menjadi penyelenggara utama, menghubungkan Usama bin Laden dengan organisasi Al-Qaeda lainnya.

Menurut intelijen AS, Abd al-Nashiri, yang lahir di Arab Saudi, memimpin operasi al-Qaeda di kawasan Teluk. Diyakini bahwa dia mengatur serangan terhadap USS Cole di Yaman pada tahun 2000, menewaskan 17 orang.

Putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa menyatakan bahwa Rumania mendirikan penjara CIA dari tahun 2003 hingga 2004, di mana Abd al-Nashiri mengalami “pemenjaraan yang sangat berat”.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa dia adalah “perlakuan tidak manusiawi … Rumania menerima perlakuan ini untuk bekerja sama dengan CIA.”

Terkait Lithuania, Abu Zubaida membuat pernyataan yang sama. Dari 2005 hingga 2006, penjara Central Intelligence Agency di Lituania mulai beroperasi.

Pasal 3 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia yang berjudul “Larangan Penyiksaan” menyatakan: “Tidak seorang pun boleh disiksa atau diperlakukan tidak manusiawi atau merendahkan martabat.”

Putusan tersebut menunjukkan bahwa tersangka tidak mengalami teknik interogasi yang paling keras selama berada di Lituania dan Rumania, dan ini juga terjadi di penjara lain. Namun, kedua negara membantu CIA dan gagal memantau kondisi narapidana dengan baik.

Hakim mengutip beberapa dokumen CIA yang terkait dengan tersangka teroris yang matanya ditutup atau ditutup matanya, ditahan di sel isolasi, kakinya diborgol terus-menerus, dan terkena kebisingan yang berlebihan. Suara dan cahaya terang.

Baik Lituania dan Rumania mengizinkan CIA untuk memindahkan tersangka ke penjara lain, menempatkan mereka pada “risiko serius pelecehan lebih lanjut pada waktu-waktu yang tidak terduga.”

Pada tahun 2014, Komite Intelijen Senat AS merilis laporan rinci tentang prosedur interogasi “perang melawan terorisme” dan “bidang gelap” CIA yang kontroversial.

Tersangka Al-Qaeda dikatakan telah berulang kali menderita waterboarding, tamparan, postur tubuh yang menyakitkan, dan kurang tidur. Ski air adalah penenggelaman buatan manusia dan telah dinyatakan sebagai bentuk penyiksaan oleh pemerintahan Barack Obama.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Abu Zubaydah ditempatkan di dalam kotak berukuran peti mati selama beberapa jam.

Menurut New York Times, menurut Departemen Kehakiman AS, CIA meminum Abu Zubaydah setidaknya 83 kali pada Agustus 2002.

Diyakini bahwa dia adalah pemimpin Al Qaeda, Dia dilatih di kamp pelatihan di Afghanistan, di mana beberapa sandera yang diserang pada 11 September dilatih.

Baca juga : Penegakan Hukum di Perairan Indonesia

ECHR mengatakan bahwa bukti yang tersedia menunjukkan bahwa Abu Zubaydah ditangkap di Pakistan pada Maret 2002 dan pertama kali dipindahkan ke penjara CIA di Thailand. Dia terbang ke “lapangan hitam” lainnya di Polandia pada bulan Desember 2002.

Diyakini bahwa dia ditahan di Lituania dari Februari 2005 hingga Maret 2006 ketika dia dipindahkan ke Afghanistan dan kemudian ke Teluk Guantanamo.

Abd al-Nashiri dapat dijatuhi hukuman mati di Amerika Serikat karena jaksa penuntut militer menuduhnya berpartisipasi dalam pemboman USS Cole dan banyak serangan teroris lainnya. Dia juga diduga memerangi Taliban di Afghanistan.

Al-Nashiri ditangkap di Dubai pada 2002 dan ditahan di “lapangan gelap” CIA di Afghanistan dan Thailand. Komisi Hak Asasi Manusia Eropa menyatakan bahwa pada bulan Desember 2002, dia dipindahkan ke “lapangan hitam” lain di Polandia dan tinggal di sana sampai Juni 2003.

Diyakini bahwa dia ditahan di Rumania dari April 2004 hingga Oktober 2005 / November 2005 dan kemudian dipindahkan ke Teluk Guantanamo pada September 2006.

Penyiksaan Merupakan Bagian Dari Kebijakan Bush
Artikel Informasi Investigasi Laporan Pemerintahan

Penyiksaan Merupakan Bagian Dari Kebijakan Bush

Share this:

Penyiksaan Merupakan Bagian Dari Kebijakan Bush – CIA merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab penuh terhadap presiden. Apapun tindakan yang dilakukan oleh CIA menjadi bahan pertanggung jawaban dari lembaga tersebut kepada negara. Bush memiliki sebuah kebijakan yang cukup kontroversial. Banyak diantara kebijakan bush yang berkaitan dengan berjalannya roda pemerintahan dianggap sebagai sebuah kebijakan yang kontroversial. Meskipun dianggap sebagai kebijakan yang kontroversial, namun nyatanya kebijakan yang dikeluarkan oleh bush menjadi sebuah kebijakan yang cukup ampuh untuk mengendalikan dunia. CIA yang merupakan sebuah lembaga penting negara memiliki peranan yang cukup penting untuk menegakkan kebenaran dan juga mencegah terjadinya kejahatan yang berkepanjangan.

Keterangan yang di dapatkan dari pihak CIA setelah adanya laporan perihal penyiksaan terhadap sejumlah tahanan kejahatan baik itu kejahatan kelas kecil hingga kejahatan kelas kakap dilakukan sebagai salah satu upaya untuk pengontrolan terhadap kejahatan. Tentu saja dengan adanya proses pelaporan yang dilakukan oleh para tahanan dan mantan tahanan selama bush berkuasa diharapkan para tahanan dan juga mantan tahanan bisa memperoleh kejelasan terhadap nasib yang menimpa mereka. Harapanya adalah dengan adanya pelaporan kepada para senat yang berkuasa membuat seluruh dunia mengetahui kekejaman bush berkuasa. Meskipun banyak yang beranggapan sebagai sebuah kemustahilan, akan tetapi dengan adanya bukti yang jelas membuat tindakan atas pelaporan kekerasan yang dilakukan oleh pemerintahan bush terbukti.

Pihak CIA ketika dimintai keterangan oleh senat mengatakan bahwa setiap tindakan penyiksaan yang dilakukan kepada para tahanan dan termasuk salah satu tahanan anggota bandar  merupakan tindakan yang diperintahkan dan disetujui oleh presiden bush.

Presiden Bush kala itu menandatangani sebuah Mou bahwa untuk mendapatkan keterangan sekaligus melakukan kontrol yang cukup kuat terhadap para tahanan maka presiden kala itu menyetujui bahwa harus dilakukan upaya kekerasan yang cukup kuat untuk membuat para tahanan mengakui kejahatannya serta memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan. Namun sayangnya kebijakan tersebut merupakan sebuah kebijakan yang tersembunyi yang diberikan oleh presiden Bush selama Bush berkuasa. Bisa dikatakan bahwa kebijakan bush berkaitan dengan proses introgasi dari para tahanan bukan menjadi sebuah kebijakan yang dipublikasikan.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh bush yang berkaitan dengan penyiksaan kepada para tahanan merupakan sebuah kebijakan yang sifatnya tersembunyi. Tidak ada orang yang mengetahui perihal kebijakan rahasia tersebut. Jadi dianggap oleh para senator kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang menyalahi aturan.

MOU yang ditandangani oleh Bush dengan pihak CIA merupakan sebuah kebijakan yang kurang tepat dan juga kebijakan di bawah tangan. Kebijakan yang diberikan Bush berkaitan dengan penyiksaan kepada para tahanan dilakukan tanpa sepengetahuan dari senat yang memberikan tanggapan atas semua kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden. Terkait dengan kebijakan yang menyangkut CIA untuk melakukan kontrol terhadap para tahanan.

Program Rahasia CIA Untuk Upaya Pengendalian Tahanan
Artikel Informasi Investigasi Laporan Pemerintahan

Program Rahasia CIA Untuk Upaya Pengendalian Tahanan

Share this:

Program Rahasia CIA Untuk Upaya Pengendalian Tahanan – Tahanan baik dari kalangan biasa saja maupun dari kejahatan tingkat berat memang tidak dapat dikendalikan seutuhnya. Upaya-upaya pendekatan yang dilakukan oleh pihak penyelidik CIA dianggap sebagai sebuah solusi yang paling ampuh untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mengendalikan para pelaku kejahatan. Tindakan kejahatan memang tidak pernah bersifat manusiawi. Jadi pihak penyelidik CIA beranggapan untuk mengendalikannya juga butuh upaya yang juga tidak manusiawi untuk pengendalian perilaku para pelaku kejahatan. Yakni caranya yang dipilih dengan melakukan upaya penyiksaan yang dilakukan secara bertubi-tubi untuk membuat para pelaku kejahatan mengakui kejahatan serta lebih bisa diajak kerjasama. Namun ternyata upaya penyiksaan itu sama sekali tidak membuahkan hasil yang cukup positif.

Bagi CIA, penyiksaan terhadap para pelaku kejahatan dianggap sebagai bagian dari pelaksanaan misi dan pelaksanaan program. Misi yang dimaksud adalah misi menghilangkan nyawa seseorang tahanan yang melakukan kejahatan tingkat dunia. Misi atau program yang dijalankan oleh CIA merupakan misi rahasia yang digunakan oleh CIA atas persetujuan dari presiden. Program yang dijalankan oleh presiden dan juga CIA mengenai penyiksaan terhadap para tahanan merupakan sebuah program rahasia dan juga merupakan sebuah misi yang tidak dipublikasikan. Tujuan tidak dipublikasikan misi dan program yang dijalankan oleh CIA mengenai para tahanan guna melakukan upaya pengendalian para pelaku kejahatan menjadi sebuah misi yang tersembunyi.

Meskipun merupakan sebuah misi tersembunyi namun pihak CIA terus melakukan upaya pencegahan terhadap kejahatan berikutnya yang akan dilakukan oleh pelaku yang sama. Tujuan untuk mencapai titik jera memang tidak mudah dilakukan oleh pihak CIA. Misi rahasia tersebut diluncurkan sebagai bentuk atau upaya pencegahan terhadap aksi kejahatan namun dengan adanya teknik penyiksaan yang dilakukan oleh pihak CIA memang cenderung menimbulkan kontroversi. Misi rahasia ini diberikan oleh presiden Bush untuk memberikan efek jera maksimal kepada para pelaku kejahatan tingkat dunia. Meskipun memang efek jera yang di dapatkan termasuk tidak melakukan kejahatan yang sama.

Tidak adanya proses pengendalian terhadap proses penyiksaan membuat para tahanan menjadi merasa terancam. Meskipun misi rahasia tersebut dianggap gagal, sehingga misi ini hanya berlangsung selama beberapa bulan saja. Selanjutnya untuk proses intrograsi akan berjalan seperti sedia kala. Namun untuk para tahanan yang sudah terlanjur merasakan kejahatan penyiksaan terhadap para tahanan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh pihak CIA. Surat edaran, surat protes kaleng digunakan sebagai salah satu upaya hukum yang dapat dilakukan untuk memperoleh penjelasan atas apa yang sudah dilalui oleh para tahanan tersebut. Itulah sebabnya mengapa para tahanan melakukan upaya protes untuk memperoleh keadilan atas apa yang sudah dilalui kepada senat agar para introgator tidak lagi melakukan hal yang sama.

Dukungan Rahasia Untuk Penyiksaan Yang Dilakukan CIA
Artikel Informasi Investigasi Pemerintahan

Dukungan Rahasia Untuk Penyiksaan Yang Dilakukan CIA

Share this:

Dukungan Rahasia Untuk Penyiksaan Yang Dilakukan CIA – Sekelompok orang yang melakukan kejahatan yang tidak mengakui kejahatan ketika ditanyakan terhadap pihak CIA ketika melakukan investigasi dengan upaya intervensi fisik. Meskipun dirasakan akan ada rasa trauma yang cukup mendalam nantinya yang akan di derita oleh para tahanan, namun pada kenyataannya program introgasi yang dilakukan oleh CIA mendapatkan banyak sekali dukungan serta support dalam bentuk banyak hal. Bahkan dengan adanya investigasi yang dilakukan menyeluruh tentu saja membuat CIA bisa berkembang sesuai dengan harapan. Setidaknya misi rahasia tersebut bisa dikatakan sebagai sebuah misi yang cukup menyulitkan. Posisi menyulitkan inilah yang dianggap sebagai upaya yang tidak masuk akal untuk diterapkan.

Meskipun pihak CIA menyebutkan bahwa pihak CIA sudah menghentikan upaya penyiksaan terhadap para tahanan, akan tetapi ternyata ada sebuah tindakan-tindakan rahasia yang terus saja dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang lengkap berhubungan dengan kejahatan yang dilakukan oleh para penjahat tersebut. Tindakan rahasia dilakukan tanpa adanya sepengetahuan yang cukup serius tentu saja membuat para tamu yang datang dapat menemukan tahanan-tahanan tersebut. Bahkan untuk menemukannya, pihak CIA ternyata bekerjasama dengan pihak agar bisa menghasilkan sebuah pengakuan rinci atas perilaku kejahatan yang dilakukannya. Adanya dukungan dari dunia internasional mengenai proses penyiksaan yang dilakukan oleh pihak CIA.

Dukungan yang dimaksud adalah CIA diberikan keluasaan dari pengetahuan yang tidak dapat diketahui rimbanya. Dukungan yang diberikan kepada CIA diantaranya adalah kebebasan sebuah kaum yang memiliki masalah yang sama. Yakni membuat para pelaku kejahatan menjadi jera. Dukungan berupa kebebasan mengakses wilayah udara dari negara tersebut membuat CIA bebas melakukan tindakan penyiksan terhadap para tahanan. Di dalam kerjasama tersebut pemerintah negara yang bersangkutan member kebebasan CIA untuk mengirimkan secara rahasia beberapa tahanan yang memang diperlukan untuk dikirim ke tempat-tempat terpencil di negara tersebut agar bisa merasakan jera. CIA beberapa kali mengirimkan beberapa orang tahanan di tempat yang tidak diketahui untuk upaya pengendalian perilaku dari para tahanan tersebut.

Keberadaan dukungan-dukungan dari beberapa negara yang ditunjuk untuk mengendalikan para tahanan membantu pihak CIA secara rahasia untuk mengirimkan tahanan dengan kasus tertentu untuk dilakukan penyiksaan agar bisa kembali bisa merasakan kebebasan. Seperti namanya yakni misi rahasia, sehingga kerjasama yang dilakukan oleh negara-negara tersebut bisa dikatakan juga sifatnya rahasia. Program kerjasama rahasia juga dapat mempermudah CIA memisahkan tahanan dari keluarganya. Terutama untuk orang-orang terdekatnya. Penyiksaan secara psikis ini dianggap sebagai sesuatu yang wajar untuk membuktikan bahwa CIA masih memiliki kekuatan untuk mengendalikan para tahanan. Dukungan beberapa negara sahabat untuk melakukan misi pengiriman tahanan secara rahasia membuat proses pengiriman tahanan ke lokasi yang tidak mudah dijangkau merupakan upaya yang sangat spesifik yang berkaitan dengan laporan penyiksaan terhadap pelaku kejahatan yang cukup berat.

Perkembangan Laporan Upaya Penyiksaan Selama Pemerintahan Bush
Artikel Informasi Investigasi Pemerintahan

Perkembangan Laporan Upaya Penyiksaan Selama Pemerintahan Bush

Share this:

Laporan atas adanya penyiksaan yang dilakukan oleh pihak CIA kepada para tahanan memang masih berlanjut. Adanya upaya hukum yang dilakukan oleh para tahanan memang diharapkan memberikan dampak yang cukup baik untuk perkembangan proses hukum yang sedang berlaku. Pemberian upaya hukum berupa proses pelaporan kepada pihak berwajib memang sengaja dilakukan untuk membuat para tahanan memperoleh keadilan yang sama dengan orang yang lainnya. Selama pemerintahan bush memang upaya penyiksaan terhadap pelaku kejahatan tidak dapat dipungkiri telah dilakukan. Proses pelaporan yang dilakukan oleh perwakilan dari para tahanan dan juga mantan tahanan selama bush berkuasa memberikan laporan bahwa adanya penyiksaan yang cukup kejam terhadap para tahanan.

Proses pelaporan yang dilakukan oleh para tahanan dan juga mantan tahanan dilaporkan kepada dewan senat yang terhormat untuk memberikan tindakan atau sanksi atas yang dilakukan oleh CIA kepada para tahanan yang ada di Amerika. Perwakilan dari para tahanan dan mantan tahanan tersebut sengaja melaporkan adanya kekerasan yang dilakukan oleh penyelidik CIA yang memang melakukan upaya kekerasan yang tidak wajar kepada para tahanan. Kekerasan fisik yang dilakukan oleh penyelidik CIA tersebut memang memang bertujuan untuk mendapatkan keterangan yang lengkap dari para tahanan perihal kejahatan yang dilakukannya. Namun cara yang dipilih adalah cara yang sama sekali tidak manusiawi.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggunakan ancaman-ancaman yang benar-benar kejam. Yakni dengan menggunakan metode rusian roulete. Metode ini menggunakan pistol yang dapat merenggut nyawa kapan saja dan siapa saja yang dikehendaki bagi yang terkena roulete. Siapa saja yang terkena dengan ancaman seperti ini tentu akan gentar. Pada akhirnya para penjahat sekalipun akan mengakui kejahatan yang dilakukannya di bawah tekanan yang cukup hebat. Pembuatan kondisi penekanan terhadap para tahanan agar para tahanan mengakui dengan sangat terpaksa semua kejahatan yang dilakukannya. Metode-metode seperti ini dianggap sebagai metode lazim untuk membuat para tahanan mengakui kejahatannya. Tidak segan menurut pengakuan para tahanan yang memberikan laporan, kekerasan fisik seperti tindakan menampar diterima oleh para tahanan.

Tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh aparat CIA tersebut dilaporkan kepada senat dan senat sedang melakukan upaya penyelidikan dan meminta keterangan dari para pihak yang terlibat untuk melengkapi berkas pelaporan tersebut serta melengkapi sejumlah bukti yang diharuskan ada untuk membuat keputusan dan sejumlah kesimpulan yang pasti. Itulah mengapa di dalam proses penyelidikan oleh senat mengungkapkan bahwa senat sedang melakukan upaya untuk mencarikan solusi atas apa yang dihadapi oleh para narapidana tersebut. Jangan sampai menjatuhkan sanksi yang kurang tepat atas laporan yang ada serta jangan sampai melakukan sejumlah tindakan yang kurang tepat atas laporan yang kurang lengkap.

1 3 4 5